Runway Bandara VVIP IKN
CANDAAN DARI KETUA KNKT : BEDANYA ANTARA BISA DAN BOLEH
1). Orang masuk rumah bisa lewat jendela tetapi tidak boleh lewat jendela, masuk rumah boleh dan bisa lewat pintu.
2). Terkait dengan tulisan saya tg 10.09.2024 poin 11) Tukang Jahit.
Baju sudah selesai dijahit, tetapi kancing bajunya baru terpasang 3 masih kurang 2, apakah bisa dipakai?
Tukang Jahit akan mengatakan bajunya tidak boleh dipakai walaupun bisa dipakai, karena kancingnya belum lengkap. Orang yang menjahitkan baju pasti patuh dengan nasehat Tukang Jahitnya.
3). Bandara sudah dibangun ukurannya sudah sesuai target 2.200 × 45 m², tebal runway masih kurang 17 cm. Lebar Runway Strip masih kurang dari lebar minimal 2 × 70 m = 140 m.
a. Pilot B 737-800 bertanya kepada Kepala Bandara, apakah runwaynya bisa digunakan untuk landing dan takeoff pesawat tsb?
b. Ka Bandara yang bijak akan menjawab, walaupun pilot B 737-800 bisa landing dan takeoff tetapi tidak boleh landing dan takeoff di runway tsb, nunggu kalau tebal runway dll sudah selesai, sudah diuji dan memenuhi syarat.
c. Pilot yang profesional pasti patuh dengan nasehat Ka Bandara, yang tidak patuh biasanya orang² bukan pilot tetapi merasa sebagai pilot yang paling profesional.
4). Saya sebagai pensiunan guru bandara yang tidak punya pamrih berdoa semoga bulan September 2024 pesawat B 737 BBJ-2 landing di bandara BPN, tidak landing di bandara IKN, karena runwaynya belum lengkap. Kalau pesawat propeller bisa landing di bandara IKN, tetapi hanya sementara.
5). Pada saat menjadi guru bandara saya selalu mengajarkan kepada murid² sbb : Keselamatan Crew dan Penumpang pesawat adalah yang utama, bukan yang pertama.
Semoga bermanfaat.
JOG 11 September 2014.
Wardhani Sartono.
Pensiunan guru bandara.
Hidup dengan Kesadaran Kematian
Kematian adalah sesuatu yang pasti, namun sering kali kita lupakan dalam hiruk-pikuk kehidupan. Seperti yang diungkapkan Steve Jobs, “Kematian adalah alat terbaik untuk mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak memiliki batas. Tidak ada yang dapat menggantikan momen-momen ini. Kita tidak bisa menyia-nyiakannya.” Kutipan ini mengingatkan kita untuk lebih menghargai waktu yang kita miliki, hubungan yang kita jalin, dan tindakan yang kita lakukan setiap hari. Mengingat kematian bukanlah hal yang menakutkan, tetapi sebuah kesempatan untuk merenungi makna hidup dan menjalani hari-hari dengan penuh kesadaran.
Saat kita diingatkan akan kematian, kita seolah tersadar bahwa segala sesuatu di dunia ini sifatnya sementara. Seperti yang dinyatakan Marcus Aurelius, “Kematian adalah sesuatu yang pasti, tetapi bagaimana kita hidup adalah sesuatu yang sepenuhnya di tangan kita.” Ini mengarahkan kita untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti, seperti berbuat baik kepada sesama, mempererat hubungan dengan keluarga, dan meluangkan waktu untuk merenungi diri.
Ketika kita dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup ini terbatas, kita terdorong untuk memanfaatkan setiap momen sebaik-baiknya. Seperti ungkapan J.K Rowling, “Setiap orang memiliki waktu terbatas di dunia ini. Anda harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, Anda akan meninggalkan jejak yang kosong.” Waktu yang kita miliki tidak boleh disia-siakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mulailah dari hal kecil, seperti bersikap lebih sabar, menghargai orang-orang di sekitar kita, dan memberikan dampak positif dalam komunitas. Sebuah pepatah mengatakan, “Hidup ini bukan tentang berapa lama kita hidup, tetapi tentang bagaimana kita hidup.” Apakah kita sudah menjalani hidup dengan baik dan bermakna? Sudahkah kita memberikan manfaat bagi orang lain?
Setiap individu memiliki jalan hidup yang berbeda, tetapi pada akhirnya, tujuan hidup kita semua adalah untuk meninggalkan jejak yang baik. Kematian seharusnya menjadi motivasi untuk hidup lebih bermakna dan lebih bermanfaat. Mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apa yang ingin kita wariskan kepada generasi selanjutnya? Bagaimana kita ingin diingat oleh orang-orang di sekitar kita? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi kompas yang membimbing kita untuk menjalani kehidupan yang lebih bijaksana dan penuh tujuan.
Mengingat kematian bukan berarti kita menyerah pada kehidupan. Justru, dengan menyadari keterbatasan waktu, kita belajar untuk lebih menghargai setiap detiknya. Bersiap menghadapi akhir berarti berusaha memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, dan menciptakan nilai-nilai yang abadi. Dengan begitu, ketika saatnya tiba, kita bisa menghadapi kematian dengan tenang karena kita tahu, kita telah berusaha menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
Kematian adalah kenyataan yang tak terhindarkan. Namun, bukannya menghindarinya, kita seharusnya menjadikannya pengingat untuk terus memperbaiki diri, memperkaya hubungan, dan menjalani hidup dengan penuh manfaat. Seperti yang diungkapkan Khalil Gibran, ‘Hidup ini adalah perjalanan dari tempat ke tempat, dan kematian hanyalah penutup dari perjalanan panjang yang harus kita hadapi dengan penuh rasa syukur dan kebijaksanaan.’ Hidup hanya sementara, namun kebaikan yang kita sebarkan bisa abadi. Mari kita manfaatkan sisa waktu yang kita miliki untuk berbuat lebih baik, lebih bermakna, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Lalu apa langkah kecil yang bisa kita ambil hari ini untuk membuat hidup lebih bermakna?
Adult Learner: Pembelajar adaptif
Oleh: Budi Setiadi Sadikin
Dalam era yang serba cepat dan penuh ketidakpastian ini, pembelajaran bukanlah sekadar pilihan, melainkan keharusan. Adult learner menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki saat ini mungkin tidak relevan lagi di masa depan. Oleh karena itu, mereka perlu terus mengasah diri, mencari ilmu baru, dan mengembangkan diri. Mereka bagaikan pohon yang terus tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, akarnya menjalar ke berbagai sumber pengetahuan, dan cabangnya merentang ke berbagai bidang.
Adult learner adalah istilah yang merujuk pada individu yang aktif dalam proses pembelajaran setelah masa pendidikan formal mereka (sekolah, universitas). Mereka adalah orang-orang yang terus haus akan pengetahuan dan keterampilan baru, terlepas dari usia atau latar belakang pendidikan mereka. Menurut pada Teori Belajar Orang Dewasa atau Andragogy, yang dikembangkan oleh Malcolm Knowles, merupakan konsep atau kajian mengenai bagaimana orang dewasa belajar dan bagaimana membedakannya dari anak-anak. Teori ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana perbedaan orang dewasa belajar dan mengidentifikasi cara belajar yang cocok dengannya.
Terus belajar, membuat kita tidak hanya memperkaya diri, tetapi juga membuka peluang baru dan meningkatkan kualitas hidup. Di era yang semakin kompleks dan dinamis seperti sekarang, kebutuhan untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi semakin mendesak, terutama bagi adult learner.
Beberapa hal yang mendasar tentang pentingnya pembelajaran sepanjang hayat bagi adult learner adalah adanya: 1) Perubahan yang Cepat: Dunia kerja, teknologi, dan informasi berubah dengan sangat cepat. Keterampilan yang relevan hari ini mungkin sudah usang dalam beberapa tahun ke depan. Dengan belajar sepanjang hayat, adult learner dapat terus mengikuti perkembangan zaman dan memastikan diri tetap relevan, 2) Peningkatan Kualitas Hidup: Pembelajaran sepanjang hayat tidak hanya berdampak pada kehidupan profesional, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan terus belajar, kita dapat menemukan minat baru, memperluas jaringan sosial, dan meningkatkan rasa percaya diri, 3) Perkembangan Diri: Setiap individu memiliki potensi yang tak terbatas untuk berkembang. Melalui pembelajaran, kita dapat menggali potensi diri, menemukan bakat tersembunyi, dan mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi, 4) Beradaptasi terhadap Perubahan: Kehidupan penuh dengan ketidakpastian. Dengan terus belajar, kita menjadi lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Adult learner berusaha untuk selalu melakukan pembelajaran sepanjang hayat karena didorong juga beberapa faktor seperti adanya motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri, yang biasa disebut dengan motivasi internal, yaitu keinginan untuk tumbuh, berkembang, dan mencapai potensi maksimal.
Faktor lain berikutnya adalah adanya tekanan dari luar dirinya, tekanan eksternal, yaitu persaingan di dunia kerja, tuntutan keluarga, dan perubahan teknologi. Tekanan dari luar dirinya. Faktor berikutnya adalah adanya teknologi yang mempermudah mendapatkan keinginannya, aksesibilitas, dengan teknologi komputer dan internet memberikan kemudahan untuk mengakses ke berbagai sumber belajar online dan offline.
Faktor yang terakhir adalah adanya dukungan sosial, berupa dorongan dari keluarga, teman, dan komunitas. Disini harus dilihat bahwa tuntutan dan dukungan mempunyai makna yang berbeda. Tuntutan adalah permintaan yang sangat keras dan harus dipenuhi, sedangkan dukungan atau dorongan berupa anjuran.
Adult learner mungkin akan bingung, harus mulai darimana atau apa yang harus dilakukan untuk memulai pembelajaran? Dalam hal ini adult learner harus menetapkan tujuan yang akan dicapainya dengan jelas dan harus membuatnya terukur.
Jadi, langkah pertama yang krusial dalam perjalanan pembelajaran sepanjang hayat adalah dengan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan yang baik akan memberikan arah, motivasi, dan membantu kita mengukur kemajuan yang telah dicapai. Dengan memiliki tujuan maka seorang adult learner (pembelajar) menjadi jelas arahnya. Tujuan membantu kita fokus pada apa yang ingin kita capai. Tujuan memberikan arah yang jelas dalam proses pembelajaran. Tujuan yang jelas memberikan dorongan (motivasi) untuk terus belajar. Tujuan harus terukur sehingga memungkinkan kita mengukur kemajuan dan membuat penyesuaian jika diperlukan.
Alat bantu untuk menetapkan tujuan adalah dengan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan “Apa?”, yaitu menanyakan pada diri sendiri apa yang hendak dicapai, apa yang penting bagi saya? Setelah ditemukan apa yang menjadi tujuannya, selanjutnya dibantu merumuskan tujuan dengan menggunakan pola SMART, yaitu akronim yang sering digunakan untuk merumuskan tujuan yang efektif.
SMART adalah singkatan dari:
- Specific (Spesifik): Tujuan harus jelas dan terperinci. Hindari tujuan yang terlalu umum seperti “Saya ingin belajar lebih banyak.”
- Contoh yang kurang spesifik: “Saya ingin menjadi ahli bahasa Inggris.”
- Contoh yang lebih spesifik: “Saya ingin lulus ujian IELTS dengan skor minimal 7.0 dalam waktu 6 bulan.”
- Measurable (Terukur): Tujuan harus dapat diukur dengan jelas. Gunakan angka, persentase, atau indikator lain untuk mengukur kemajuan.
- Contoh: “Saya ingin membaca 2 buku non-fiksi setiap bulan.”
- Achievable (Dapat Dicapai): Tujuan harus realistis dan dapat dicapai. Hindari tujuan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
- Contoh: Jika Anda baru belajar bahasa Spanyol, tujuan “fasih berbahasa Spanyol dalam 3 bulan” mungkin terlalu tinggi.
- Relevant (Relevan): Tujuan harus sesuai dengan minat, nilai, dan tujuan hidup Anda secara keseluruhan.
- Contoh: Jika Anda ingin berkarir di bidang data science, mempelajari bahasa pemrograman Python akan sangat relevan.
- Time-bound (Berjangka Waktu): Tetapkan tenggat waktu yang jelas untuk mencapai tujuan.
- Contoh: “Saya ingin menyelesaikan kursus online ini pada akhir bulan ini.”
Tujuan yang telah ditetapkan oleh adult learner harus bisa dikontrol dan untuk memudahkan dalam mengontrol tujuan, boleh juga dilakukan dengan memvisualisasikan tujuan, Anda membayangkan bahwa diri Anda telah mencapai tujuan. Hal ini akan menimbulkan dan meningkatkan motivasi juga semangat.
Hal lainnya adalah dengan membuat rencana aksi yaitu dengan membagi tujuan besar kedalam langkah-langkah kecil yang konkret untuk mencapai tujuan. Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengontrol tujuan adalah dengan melakukan evaluasi kemajuan Anda secara berkala dan melakukan penyesuaian-penyesuaian jika memang diperlukan. Terakhir dalam upaya mengontrol tujuan Anda yaitu dengan melibatkan orang lain, beritahu teman, keluarga, atau mentor tentang tujuan Anda untuk mendapatkan dukungan.
Dalam perjalanan untuk mencapai tujuan seorang adult learner bisa saja mendapatkan hambatan atau gangguan yang berpotensi menggagalkan usahanya, yaitu berupa menurunnya motivasi. Penurunan motivasi dari seorang adult learner dimungkinkan karena fluktuasi motivasi, yaitu naik turunnya motivasi.
Seiring berjalannya pembelajaran, motivasi sering kali tidak stabil. Ada saat-saat di mana semangat belajar sangat tinggi, namun di lain waktu, keinginan untuk belajar bisa menurun drastis. Penurunan bisa juga karena disebabkan adult learner mengalami kejenuhan. Banyaknya materi dan informasi yang harus diserap bisa menimbulkan kejenuhan, membuat proses belajar terasa membosankan. Adult learner dalam pembelajaran jangka panjang, bisa mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus pada tujuan akhir.
Tetapi hambatan harus ditanggulangi, solusi yang dapat kami sarankan adalah dengan:
- Menetapkan Tujuan Kecil: Memecah tujuan besar menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dicapai secara bertahap membantu menjaga motivasi tetap tinggi.
- Memvariasikan Metode Belajar: Mencoba berbagai metode pembelajaran, seperti belajar secara visual, mendengarkan podcast, atau berdiskusi dengan orang lain, dapat menghindari kejenuhan.
- Mencari Teman Belajar: Belajar bersama orang lain, baik dalam kelompok belajar maupun pasangan belajar, dapat memberikan dorongan motivasi dan meningkatkan keterlibatan.
- Selalu Mengingatkan Diri Sendiri akan Manfaat yang didapat: Menulis alasan mengapa Anda belajar dan sering membacanya kembali dapat membantu mempertahankan fokus dan semangat.
Sumber bacaan:
Knowles, Malcolm S, Holton III, Elwood F, and Swanson, Richard A. (2015). The Adult Learner: the definitive classic in adult education and human resource development, (8th ed.). Routledge. London
Hidup seperti Cokelat: 5 Pelajaran Hidup dari Rasa Manis dan Pahit
Hidup adalah campuran antara manis dan pahit, seperti cokelat. Temukan 5 pelajaran hidup penting yang bisa kita petik dari filosofi cokelat dan bagaimana keseimbangan antara kebahagiaan dan tantangan membentuk karakter.
1. Pelajaran Hidup dari Cokelat: Keseimbangan antara Pahit dan Manis
Dalam hidup ini, kita bisa mempelajari banyak hal dari cokelat. Cokelat adalah contoh sempurna dari keseimbangan antara rasa pahit dan manis. Seperti halnya cokelat yang memadukan biji kakao yang pahit dengan gula yang manis, hidup juga mengajarkan kita tentang keseimbangan antara kebahagiaan dan tantangan.
Hidup ini bisa kita ibaratkan seperti cokelat. Kadang manis, kadang pahit. Namun, selalu ada pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari setiap rasa, baik kebahagiaan maupun tantangan. Dalam setiap gigitan cokelat, ada pelajaran tentang keseimbangan hidup, perpaduan antara manis dan pahit yang mencerminkan perjalanan hidup kita.
Cokelat, dalam bentuknya yang paling dasar, adalah perpaduan antara rasa pahit dari biji kakao dan rasa manis dari gula. Dua rasa yang tampaknya bertolak belakang ini ternyata dapat menciptakan harmoni yang disukai oleh banyak orang di seluruh dunia.
Seperti cokelat, kehidupan sering kali memberikan kita campuran antara kebahagiaan dan tantangan. Ada saat-saat manis ketika segala sesuatu berjalan sesuai rencana, ketika kita merasa sukses, dicintai, dan dihargai. Namun, hidup juga memberikan kita momen-momen pahit, saat cobaan dan kesulitan datang tanpa diundang. Kesedihan, kegagalan, dan rasa sakit adalah bagian yang tak terhindarkan dari perjalanan hidup ini.
2. Menghadapi Pahit dan Manis: Pelajaran Hidup yang Membentuk Kebahagiaan
Setiap pengalaman dalam hidup, baik manis maupun pahit, memberikan pelajaran berharga. Menghadapi tantangan dan kesulitan, rasa pahit dari kehidupan adalah bagian penting dari perjalanan kita untuk menemukan kebahagiaan dan kepuasan. Seperti cokelat, di balik rasa pahitnya ada kelezatan yang menanti.
Saya sering melihat dinamika ini dalam pengalaman mengajar saya di kelas XII Pemasaran. Pada jam-jam siang, siswa-siswa saya sering terlihat jenuh, lelah, dan kurang termotivasi. Rasa “pahit” dari pelajaran yang berat dan tugas-tugas yang menumpuk kadang membuat semangat mereka hilang. Mereka merasa materi yang disajikan terlalu sulit, seperti cokelat yang terlalu pahit untuk dinikmati.
Namun, saya selalu percaya bahwa di balik setiap rasa pahit, ada potensi untuk menemukan manisnya kehidupan. Suatu hari, saya mencoba mengubah pendekatan mengajar saya. Ketika melihat mereka mulai bosan, saya memutuskan untuk membahas pengalaman seminar digital marketing yang pernah mereka ikuti. Awalnya, mereka tampak tak acuh, seperti halnya orang yang pertama kali mencicipi cokelat pahit. Tetapi, ketika saya mulai memancing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan dunia bisnis digital, mereka perlahan-lahan mulai antusias. Semangat belajar kembali muncul, dan saya melihat betapa besar perbedaannya ketika mereka terhubung secara emosional dengan materi yang dibahas. Seperti halnya cokelat, yang dengan campuran pahit dan manisnya memberikan kenikmatan, siswa-siswa ini menemukan keseimbangan antara tantangan belajar dan kesenangan dalam memahami materi yang mereka anggap relevan.
Baca: 7 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa biar Lebih Semangat https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230124142228-569-904230/7-cara-meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-biar-lebih-semangat
Sama seperti cokelat, yang melalui proses panjang sebelum menjadi manis, hidup juga adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan proses. Cokelat tidak langsung menjadi suguhan yang lezat begitu saja. Dari biji kakao yang pahit, cokelat harus melalui berbagai tahapan mulai dari dihaluskan, diproses, dan diolah dengan teliti. Pada akhirnya, melalui proses inilah cokelat menjadi sesuatu yang nikmat dan menyenangkan untuk dinikmati.
3. Kebahagiaan dan Kesulitan: Menemukan Keseimbangan antara Rasa Pahit dan Manis
Kebahagiaan sering kali datang setelah melewati masa-masa sulit. Mengalami rasa pahit adalah bagian dari proses menuju kebahagiaan. Dalam konteks cokelat, kita belajar bahwa rasa manis menjadi lebih berarti setelah merasakan kepahitan.
Demikian pula dengan kita sebagai manusia. Sering kali, kita harus melalui “proses pengolahan” dari berbagai pengalaman hidup yang sulit, kekecewaan, dan tantangan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Setiap tantangan yang kita hadapi membantu kita berkembang dan memahami kehidupan dengan cara yang lebih mendalam. Di kelas, saya melihat hal ini terjadi pada siswa saya. Mereka mungkin merasa lelah dan tidak termotivasi pada awalnya, tetapi dengan dukungan yang tepat, mereka mulai mengerti bahwa setiap tantangan adalah bagian dari proses pembelajaran. Mereka belajar bahwa rasa “pahit” dari kesulitan akan membantu membentuk karakter dan daya tahan mereka.
4. Keseimbangan dalam Hidup: Menemukan Kebahagiaan di Tengah Pahit dan Manis
Dalam kehidupan, keseimbangan antara manis dan pahit adalah kunci untuk menikmati perjalanan kita. Sama seperti cokelat, yang terasa sempurna dengan perpaduan antara pahit dan manis, hidup kita juga memerlukan keseimbangan ini. Kita tidak akan pernah benar-benar bisa menikmati kemenangan jika tidak pernah merasakan kegagalan. Kita tidak akan bisa menghargai kebahagiaan sepenuhnya jika tidak pernah melalui kesedihan. Dan kita tidak akan bisa merasakan kepuasan jika tidak pernah bekerja keras melewati tantangan yang datang.
Cokelat, dengan rasa kompleksnya, mengajarkan kita bahwa kesempurnaan hidup tidak datang dari rasa manis yang berlebihan, tetapi justru dari campuran antara manis dan pahit. Keduanya diperlukan untuk menciptakan harmoni yang sempurna. Demikian pula, kehidupan adalah tentang bagaimana kita menghadapi setiap rasa pahit dan manis dengan bijaksana, serta bagaimana kita belajar dan tumbuh dari setiap pengalaman tersebut.
5. Pelajaran Hidup dari Proses Cokelat: Keseimbangan sebagai Kunci Kebahagiaan
Proses pembentukan cokelat dari biji kakao yang pahit hingga menjadi suguhan yang manis mengajarkan kita tentang pentingnya keseimbangan. Keseimbangan adalah kunci kebahagiaan. Dalam hidup, proses ini mengajarkan kita bahwa setiap tantangan yang kita hadapi, seperti tahap-tahap pembuatan cokelat, adalah bagian dari perjalanan menuju kebahagiaan dan pemahaman yang lebih dalam.
Sama seperti biji kakao yang pahit, pengalaman sulit yang kita hadapi membantu membentuk karakter kita. Setiap proses yang kita lalui, baik itu menyakitkan atau menyenangkan, memiliki peran penting dalam membentuk siapa diri kita. Maka, ketika hidup memberikan rasa pahit, ingatlah bahwa ini adalah bagian dari perjalanan yang lebih besar. Seperti cokelat yang mengalami proses panjang sebelum menjadi manis, kita juga melalui proses yang serupa. Setiap kegagalan, setiap kesedihan, dan setiap tantangan yang kita hadapi adalah bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada akhirnya, seperti sebatang cokelat yang kita nikmati hingga gigitan terakhir, hiduplah dengan sepenuhnya. Nikmati setiap momennya, baik itu manis maupun pahit, karena setiap rasa, setiap pengalaman, adalah bagian dari cerita hidup kita yang unik dan tak tergantikan. Filosofi cokelat mengingatkan kita untuk tidak takut menghadapi tantangan, karena setiap rasa pahit akan membuat manisnya kemenangan terasa jauh lebih nikmat.
Baca juga kisah inspiratif : 1 Pesan yang Terlupakan dari Kisah Inspiratif Motor Butut https://info.speaksacademy.com/2024/09/11/kisah-inspiratif-motor-butut/
Manisnya Kehidupan : Renungan dari Sepotong Cokelat
Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, sering kali kita lupa untuk menikmati momen-momen kecil yang penuh makna. Hari ini, mari kita ambil sebuah pelajaran sederhana dari sesuatu yang mungkin tampak sepele, namun memiliki makna yang mendalam: cokelat manis.
Cokelat manis, dengan rasa yang lembut dan menyenangkan adalah pengingat bahwa dalam setiap kehidupan terdapat momen-momen manis yang patut kita syukuri. Seperti cokelat yang memberi kita rasa bahagia sejenak, hidup juga penuh dengan momen kecil yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan.
“Saya sendiri pernah merasakannya saat sedang dalam kesibukan mengajar dan menghadapi banyak tantangan sehari-hari, seperti hari ini. Saya merasa lelah dan terbebani oleh tugas-tugas, namun di tengah semua itu, saya menemukan kebahagiaan sederhana ketika seorang siswa dengan antusias membagikan ide-ide kreatifnya dalam diskusi. Itu adalah momen kecil yang membuat saya tersenyum dan memberi saya energi baru untuk melanjutkan hari. Seperti cokelat yang memberi kebahagiaan sejenak, momen-momen ini mengingatkan saya untuk tidak lupa merayakan hal-hal kecil dalam hidup.”
Kadang-kadang, kita mungkin terlalu fokus pada tantangan dan kesulitan, sehingga melupakan bahwa setiap langkah yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, dan setiap pencapaian kecil kita, layak dirayakan. Cokelat manis mengajarkan kita untuk menghargai keindahan dari hal-hal sederhana dan menemukan kebahagiaan di dalamnya.
Jadi, ambillah waktu sejenak untuk menikmati momen-momen kecil dalam hidupmu. Jangan ragu untuk merayakan pencapaian-pencapaian kecil dan menikmati rasa manis dari hasil kerja kerasmu. Seperti cokelat yang membangkitkan senyuman. Biarkan setiap momen manis dalam hidupmu menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk terus maju.
Ingatlah, hidup tidak selalu harus penuh dengan kemewahan untuk bisa berarti. Kadang, manisnya kehidupan dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana yang kita temui setiap hari. Nikmati setiap momen, rayakan setiap pencapaian, dan biarkan hidupmu menjadi perjalanan yang penuh dengan rasa manis dan kebahagiaan.
Berusaha Menjadi yang Dirindukan Surga (Sebuah Catatan Pengingat)
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat ini, sering kali kita merasa terjebak dalam kesibukan yang tak pernah berakhir. Dunia berubah begitu pesat, batas-batas wilayah tak lagi terasa jelas, dan arus informasi mengalir tanpa henti. Pengaruh budaya serta gaya hidup luar begitu mudah merasuki kehidupan kita. Di tengah hiruk-pikuk ini, terkadang kita merenung, apakah masih mungkin kita menjalani hidup sesuai tuntunan agama? Apakah kita masih mampu beribadah dengan baik dan menjadi hamba yang dirindukan oleh surga?
Islam, sebagai agama yang penuh kasih sayang, telah memberikan panduan yang sangat jelas tentang bagaimana kita bisa mencapai keridhaan Allah. Rasulullah SAW melalui hadisnya menyampaikan, ada empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga. Ini bukan semata tentang kesempurnaan ibadah, tapi juga tentang sikap dan tindakan kita dalam keseharian. Empat golongan inilah yang seharusnya kita jadikan teladan dalam menjalani hidup yang penuh berkah.
“Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan kepada fakir miskin, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan.”
(HR. Tirmidzi)
Makna dari hadis ini sangatlah dalam, mengingatkan kita bahwa surga bukan hanya merindukan mereka yang tekun dalam ritual ibadah semata, tetapi juga mereka yang memperhatikan hubungan dengan sesama dan perilaku sehari-hari. Membaca Al-Qur’an, menjaga ucapan, berbagi kepada yang membutuhkan, dan berpuasa dengan ikhlas, menjadi amalan-amalan yang menghubungkan kita lebih dekat kepada Allah, sekaligus menjadi bekal menuju kehidupan akhirat yang lebih baik.
Lalu, bagaimana cara kita agar bisa tergolong dalam manusia yang dirindukan surga tersebut? Mari kita lihat lebih dalam amalan-amalan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis tersebut, dimulai dari yang pertama.
1. Orang yang Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi setiap muslim. Membaca, memahami, dan mengamalkan maknanya merupakan jalan menuju keridhaan Allah. Mereka yang senantiasa meluangkan waktu, di tengah kesibukan duniawi, untuk membaca Al-Qur’an adalah orang-orang yang dirindukan surga. Pahala yang besar menanti mereka, terutama jika dilakukan secara konsisten.
“Orang yang gemar membaca Al-Qur’an, kelak pada hari kiamat akan diundang untuk membaca Al-Qur’an seperti halnya ia membacanya di dunia, dan derajatnya akan diangkat satu per satu sampai ayat terakhir yang ia baca.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
2. Orang yang Menjaga Lisan
Lisan adalah bagian tubuh yang sering menjadi sumber masalah jika tidak dijaga dengan baik. Kata-kata yang keluar dari mulut bisa membawa kebaikan atau, sebaliknya, menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan kita agar berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. Mereka yang mampu menjaga lisannya dari perkataan sia-sia, dusta, dan menyakiti hati orang lain adalah golongan yang dirindukan oleh surga. Di zaman sekarang, menjaga lisan juga berarti bijak dalam berinteraksi di media sosial, di mana kata-kata bisa dengan mudah disalahpahami atau bahkan menyakiti.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
3. Orang yang Memberi Makan kepada Fakir Miskin
Salah satu tindakan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah memberi makan kepada fakir miskin. Rasulullah SAW mencontohkan kepedulian terhadap sesama sebagai salah satu ibadah yang besar pahalanya. Mereka yang ringan tangan membantu orang yang membutuhkan, baik dengan makanan atau bentuk bantuan lainnya, adalah orang-orang yang dirindukan oleh surga. Selain mendatangkan keberkahan, berbagi dengan sesama memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial.
“Tidaklah kamu beriman (dengan sempurna) hingga kamu mencintai untuk saudaramu apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan
Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana Allah membuka pintu surga selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan ikhlas. Mereka yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah adalah golongan yang dirindukan oleh surga. Puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga perilaku, serta memperbanyak ibadah. Ramadan adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Menjadi manusia yang dirindukan surga bukanlah sesuatu yang mustahil, meski tantangan kehidupan kian berat. Dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, kita bisa menjalani ajaran agama dengan baik. Membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, memberi makan kepada fakir miskin, serta menjalani puasa Ramadhan dengan penuh keimanan, adalah beberapa amalan yang bisa kita lakukan .
Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang dirindukan surga, diridhai oleh Allah SWT, dan meraih kebahagiaan yang kekal di akhirat nanti. Mari kita berusaha dengan sungguh-sungguh, memperbaiki diri dari hari ke hari, dan selalu ingat bahwa pintu surga terbuka lebar bagi siapa saja yang berjuang di jalan-Nya. Aamiin.
—————oOo—————
Pembangunan Runway Bandara VVIP IKN
PEMBANGUNAN RUNWAY BANDARA VVIP IKN DAN UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE 79, 17 AGUSTUS 2024 DI IKN
Wardhani Sartono
Pensiunan guru bandara
JOG 10 September 2024
1). Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 79, tg 17 Agustus 2024 di IKN berlangsung sukses dan disaksikan sebagian besar rakyat Indonesia termasuk saya melalui TV, dan sebagian kecil rakyat Indonesia yang menyaksikan secara langsung di IKN.
2). Sejak bulan Mei 2024 s/d tgl 17 Agustus 2024, hampir setiap hari diberitakan di TV Laporan Kemajuan Pembangunan Runway Bandara VVIP IKN, dengan target tahap I, 2.200 × 45 m², sehingga dapat melayani pesawat tipe B 737 BBJ-2. Ternyata tg 17 Agustus 2024 runway bandara IKN belum dapat melayani pesawat B 737 BBJ-2.
3). Mendekati tg 17 Agustus 2024, dilaporkan oleh beberapa Pejabat Tinggi Negara, bahwa Runway Bandara IKN dengan target tahap I, 2.200 × 45 m², baru selesai 1.900 m. Tidak diberitakan bahwa hotmix asphalt (HMA) dari sebagian luas AC Base lapis 2 tebal 8 cm, AC-BC tebal 2 × 6 cm dan AC-WC tebal 5 cm, luas 1.900 × 45 m² belum dihamparkan, mungkin kelupaan atau dirahasiakan.
4). Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024, di IKN, Tamu Negara dari Jakarta datang ke IKN menggunakan pesawat direct flight dari Jakarta, landing di Bandara BPN. Perjalanan dari BPN ke IKN menggunakan kendaraan/bus serta Kereta Otomatis (Autonomous Train). Saya menyaksikan di TV saja ikut senang, apalagi kalau dapat ikut melihat upacara langsung di IKN.
5). Tgl 25 Agustus 2024 runway tsb dilakukan test flight menggunakan pesawat kalibrasi tipe Beechcraft Super King B 200 milik Kemenhub. Dari hasil test flight tsb dinyatakan bahwa ruang udara dan jalur lalulintas udara di bandara VVIP IKN memenuhi syarat untuk operasi penerbangan. Tgl 25 Agustus 2024, hotmix AC Base lapis 2 yang sudah dihamparkan di runway 1.025 × 30 m². Pesawat Beechcraft Super King B 200, Code 2B, memerlukan panjang runway 1.000 × 23 m², sehingga runwaynya sangat aman untuk landing dan take-off. Test flight dengan pesawat kalibrasi tipe Beechcraft tsb bukan untuk menguji Structural Performance and Functional Performane dari perkerasan runway.
6). Tgl 10 September 2024, diharapkan panjang runway tahap I : 2.200 × 45 m², AC Base tebal : 2 × 8 cm sudah selesai, tetapi AC-BC : 2 × 6 cm dan AC-WC : 5 cm, total 17 cm belum dihamparkan, mungkin karena terkendala cuaca/hujan, dll. Runway 3.000 × 45 m² dengan tebal HMA 33 cm diharapkan selesai akhir tahun 2024. Apabila luas runway tahap I sudah dikerjakan sesuai target 2.200 × 45 m², tetapi AC-BC dan AC-WC tebal 17 cm belum dihamparkan, paved shoulder dan runway strip belum memenuhi syarat, maka disebut calon runway bandara IKN, belum layak disebut runway bandara IKN.
7). Saya sebagai pensiunan guru bandara, yang pernah mempelajari airport pavement selama 49 tahun, dengan melihat video singkat di youtube tgl 9 September 2024, dapat memprediksi bahwa penyelesaian runway tahap I, 2.200 × 45 m² agar supaya memenuhi syarat untuk melayani pesawat B 737 BBJ-2 sesuai dokumen ICAO masih agak lama. Alasannya, AC-BC tebal 2 × 6 cm dan AC-WC tebal 5 cm, luas 2.200 × 45 m² belum dikerjakan. Pekerjaan paved shoulder 2 × 7,5 m sepanjang runway dan pekerjaan timbunan tanah Runway Strip (Runway Surface Area), termasuk runway lebar 280 m sepanjang runway untuk mencapai grade 2.5% juga masih banyak. Pesawat Presiden RI B 737 BBJ-2 sebaiknya tidak dipaksakan landing dan takeoff di atas permukaan AC Base lapis 2 yang sudah diberi marka (Runway Marking).
8). Apabila pembangunan runway tahap I sudah selesai 2.200 × 45 m², maka permukaan AC-WC harus segera dibuat runway marking, segera diinstal lighting system dan Navigation Aids. Instalasi meliputi a.l, Runway Lights, REIL (Runway End Identifier Light), ALS (Approach Lighting System), Threshold Lighting, PAPI (Precision Approach Path Indicator) System, ILS (Instrument Langing System), dll, dan dilakukan verifikasi runway, kalibrasi peralatan Navigasi dan test flight.
A). Runway harus diverifikasi bersama oleh Tim dari Direktorat Bandara Ditjen Hubud dan Direktorat Bintek Ditjen Bina Marga, meliputi :
a. Evaluasi QC yang sudah dilaksanakan oleh Konsultan Supervisi.
b. Pavement bearing capacity, dihitung berdasarkan data uji HWD bukan FWD.
c. Skid resistance, diuji dengan alat Runway Skiddo-meter, V = 60 mph.
d. IRI, diuji dengan alat Laser Beam Profilometer.
e. Evenness, untuk mencegah terjadinya standing water max 3 mm di wheel track area.
f. Interlayer Shear Strength antara AC-WC dan AC-BC.
g. Marking, apakah sudah sesuai peraturan dalam Aerodromes Annex 14, Vol 1, 2018 atau 2022.
B). Posisi Runway light dan perlampuan yang lain, Navigational aids, termasuk PAPI dan ILS, harus dikalibrasi oleh Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, dengan menggunakan pesawat kalibrasi Beechcraft Super King B 200.
C). Apabila keduanya sudah memenuhi syarat baru dilakukan test flight dengan pesawat yang tipenya sama, yaitu B 737-800, tidak boleh diganti dengan tipe pesawat yang lebih kecil termasuk pesawat Beechcraft Super King B 200.
9). Runway bandara dibangun untuk melayani masyarakat selama bertahun-tahun, sehingga pelaksanaannya tidak boleh grusa-grusu (tergesa gesa), harus memperhatikan cuaca/hujan, agar supaya dapat mencapai design life minimum 20 tahun. Perlu diingatkan bahwa runway bandara VVIP IKN untuk melayani pesawat Presiden RI tipe B 737 BBJ-2, bukan melayani pesawat cargo. Oleh karena itu, setelah Pembangunan Runway Tahap I, 2.200 × 45 m², selesai, segera dikerjakan tahap selanjutnya sesuai prosedur yang dijelaskan secara singkat pada poin 7. A), B), dan C) tsb di atas, walaupun memerlukan waktu lama.
10). Tulisan diatas hanya untuk mengingatkan para Civil Engineer (CE) generasi penerus yang diberi amanah merancang dan membangun infrastruktur Bandara dan Jalan, agar supaya kembali ke jati dirinya. CE yang profesional boleh salah asal tidak sering tetapi tidak boleh bohong, dan jumlahnya minoritas. CE berkarakter seperti politisi boleh salah dan boleh bohong ber- kali², tidak merasa berdosa dan jumlahnya mayoritas. Memberi laporan yang benar tetapi tidak dipercaya jauh lebih baik dari pada memberi laporan yang tidak benar tetapi dipercaya kalau laporannya sudah benar (ABS).
11). Para CE kalau ingin menjadi orang jujur belajarlah kepada Tukang Jahit. Misalkan Tukang Jahit dipesan untuk menjahit baju yang dilengkapi dengan 5 kancing baju. Walaupun bajunya sudah selesai dijahit, tetapi kancing bajunya baru terpasang 3 masih kurang 2, apabila ditanya, apakah bajunya sudah selesai dijahit? Tukang Jahit tsb pasti akan menjawab bajunya belum selesai dijahit, sehingga belum bisa dipakai. Tukang Jahit tsb menyadari kalau sering tidak jujur kepada pelanggannya dapat mengurangi jumlah pelanggan dan penghasilannya.
Ik zaal het beste doen voor mijn land NKRI.
I’ll do my best for my country NKRI.
Mari berbuat yang terbaik untuk NKRI
Semoga bermanfaat.
Runway Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu
RUNWAY BANDARA MUTIARA SIS AL-JUFRI PALU DAN RUNWAY BANDARA VVIP IKN
Wardhani Sartono
Pensiunan guru bandara
JOG 9 September 2024
1). Tg 4 dan 5 Desember 2022, saya dan teman saya : Dr. Latif Budi Suparma (dosen TS FT UGM) dan Dr. Harmein Rahman (dosen TS ITB), diundang Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu (PLW), Bpk Rudi Richardo, untuk memberi Bimbingan Teknik (Bimtek) kepada PIU/Satker, Kontraktor dan Konsultan Supervisi.
2). Proyek tsb meliputi Pekerjaan Overlay, Rekonstruksi dan Perpanjangan Runway, dari 2.200 × 45 m² menjadi 2.500 × 45 m². Hotmix asphalt AC-BC dan AC-WC menggunakan asphalt PMB PG-76 (Polymer Modified Binder, Performance Grade -76). Owner Dit Jen Perhubungan Udara.
3). Pada saat inspeksi runway bersama, tgl 5 Desember 2022, saya menjelaskan kepada PIU, Kontraktor dan Konsultan Supervisi sbb :
Apabila Pekerjaan Overlay, Rekonstruksi dan Perpanjangan Runway : 2.500 × 45 m² sudah selesai sampai lapisan AC-BC, tinggal penghamparan AC-WC tebal 5 cm, sebenarnya sudah mampu untuk melayani pesawat B 737-900ER, MTOW 85 Ton.
4). Hal tsb dapat dilakukan hanya dalam kondisi emergency, misalkan untuk mengangkut logistik ke daerah lain yang sedang terjadi bencana, tetapi dalam kondisi normal secara prosedural tidak diijinkan. Runway harus menunggu selesai penghamparan hotmix AC-WC : 5 cm dan menunggu verifikasi dari Direktorat Bandar Udara lebih dulu. Kalau sudah memenuhi syarat baru digunakan untuk melayani pesawat B 737 -900ER, MTOW 85 Ton. Saran saya yang sederhana tsb inshaa Allah diikuti oleh mereka.
5). Beberapa bulan terakhir saya melihat berita TV tentang runway bandara VVIP IKN, panjang runway tahap I : 2.200 × 45 m², lapis perkerasan baru sampai AC Base lapis 2, masih kurang 2 lapis lagi, yaitu AC-BC : 2 × 6 cm dan AC-WC : 5 cm, total kekurangan tebal hotmix asphalt 17 cm.
6). Berita yang sering saya dengar di TV bahwa pertengahan September 2024 runway Bandara IKN akan digunakan untuk melayani pesawat Presiden RI, B 737 BBJ-2, RTOW < 79 Ton. Owner BBPJN Kaltim Dit Jen Bina Marga tidak sabar menunggu selesainya penghamparan hotmix AC-BC : 2 × 6 cm dan AC-WC : 5 cm, dan tidak didahului uji defleksi menggunakan HWD (Heavy Falling Weight Deflectometer) dengan Bowl Load equivalent terhadap singgle wheel load 18 – 20 Ton, termasuk uji Skid Resistance, IRI dan Evenness.
7). Dari 2 runway bandara tsb di atas, yaitu bandara PLW (Palu) dan bandara IKN dapat diketahui, bandara mana yang dioperasikan dengan mengikuti prosedur/aturan yang benar dan yang belum mengikuti prosedur/aturan yang benar.
a. Bandara yang dioperasikan mengikuti prosedur yang benar selalu berpikir bahwa :
Safety is of paramount importance
b. Bandara yang dioperasikan tetapi belum mengikuti prosedur yang benar masih berpikir bahwa :
Prestige is of paramount importance.
8). Saya mempelajari airport pavement sudah 49 th, sejak diangkat sebagai PNS Ditjen Hubud 1975, sampai menjadi pensiunan guru bandara 2024. Mungkin baru akan terjadi pertama kali ada pesawat tipe B 737 diijinkan landing dan takeoff di runway bandara VVIP IKN yang baru dihamparkan AC (Asphalt Concrete) Base.
9). AC Base adalah lapis fondasi agregat yang ditingkatkan daya dukungnya dengan bahan perekat aspal. Engineer Bina Marga generasi 1980an menamakan ATB (Asphalt Treated Base), yang digunakan di Ruas Jalan Tol Tomang – Tangerang, 1982 – 1985. FAA AC 150/5370 -10G, 2014 dan -10H, 2018, sudah tidak merekomendasikan penggunaan AC Base sebagai Runway Flexible Pavement. FAA tidak menjelaskan alasannya, “mungkin khawatir kalau ada pihak tertentu yang menyalah gunakan tidak sesuai dengan fungsinya”.
Semoga bermanfaat bagi para Civil Engineer yang terlibat dalam Proyek Peningkatan dan Perpanjangan Runway Bandara PLW dan Proyek Pembangunan Runway Bandara IKN.
WISUDA SARJANA KE-12 STTII KUPANG: Langkah Awal Pengabdian Nyata Bagi 21 Lulusan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Pada tanggal 6 September 2024, bertempat di Oriental Resto Kupang, sebanyak 21 lulusan Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen merayakan momen bersejarah dalam hidup mereka melalui Wisuda Sarjana ke-12. Wisuda ini bukan hanya merupakan simbol keberhasilan akademis, tetapi juga menjadi pintu gerbang menuju perjalanan pengabdian nyata bagi masyarakat. Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan dan memperdalam ilmu, para wisudawan kini dihadapkan pada tantangan baru untuk menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Wisuda: Langkah Awal Pengabdian Nyata
Wisuda sering kali dianggap sebagai akhir dari perjalanan pendidikan formal, namun sejatinya, momen ini menandai awal dari pengabdian yang lebih luas dan mendalam kepada masyarakat. Bagi para lulusan, gelar yang mereka peroleh bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah amanat untuk melayani, mendidik, dan memberikan kontribusi positif kepada lingkungan sekitar. Khusus bagi para lulusan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan integritas dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat.
Setiap lulusan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Melalui pelayanan di gereja, pendidikan, ataupun masyarakat luas, mereka diharapkan mampu membangun komunitas yang lebih baik dan harmoni. Peran mereka sebagai pendidik dan pelayan tidak hanya terbatas pada lingkup akademik, tetapi juga mencakup kehidupan sosial, spiritual, dan moral masyarakat. Pengabdian ini tidak hanya tentang mengajar atau berkhotbah, tetapi juga tentang memberi contoh hidup yang benar dan menjadi inspirasi bagi orang lain.
Pembelajaran Sepanjang Hayat
Meskipun wisuda merupakan pencapaian yang membanggakan, penting bagi para lulusan untuk menyadari bahwa proses belajar tidak berhenti di sini. Pembelajaran sejati berlangsung sepanjang hidup. Ilmu pengetahuan dan pemahaman terus berkembang, sehingga penting bagi setiap individu untuk senantiasa terbuka terhadap pembelajaran baru, baik dalam bentuk pengetahuan formal maupun pengalaman hidup.
Para wisudawan didorong untuk terus mengembangkan diri, baik melalui pendidikan lanjutan, pengalaman kerja, maupun pelayanan sosial. Dunia yang terus berubah membutuhkan individu yang fleksibel, inovatif, dan berkomitmen untuk terus belajar. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, para lulusan dapat menjadi pemimpin yang lebih baik, pendidik yang lebih efektif, dan pelayan masyarakat yang lebih tanggap terhadap kebutuhan zaman.
Dukungan dari Masyarakat
Keberhasilan seorang lulusan tidak hanya bergantung pada usaha individu, tetapi juga dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, masyarakat memiliki peran penting untuk menerima dan mendukung para lulusan yang baru diwisuda. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan dan kemajuan, baik dalam bidang pendidikan, agama, maupun sosial.
Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan material bagi para lulusan dalam menjalankan tugas mereka. Dengan saling mendukung, diharapkan para lulusan dapat lebih termotivasi untuk mengabdi dengan sepenuh hati dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai lulusan sarjana, tetapi sebagai agen transformasi yang siap menghadapi tantangan dan membawa perubahan yang bermakna.
Penutup
Wisuda Sarjana ke-12 bagi 21 lulusan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan tanggung jawab dan harapan. Dengan semangat pengabdian, pembelajaran sepanjang hayat, dan dukungan dari masyarakat, mereka akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan berkontribusi secara nyata untuk kemajuan bersama. Momen ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan, tetapi juga menjadi harapan besar bagi masa depan gereja, pendidikan, dan masyarakat. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi sesama.