Facial Mimicry: Kuasai Komunikasi Canggih Bawah Sadar

Mimikri wajah adalah respons otomatis untuk meniru ekspresi wajah orang lain. Ini adalah fenomena umum pada manusia dan hewan lainnya.

Mimikri wajah dapat terjadi secara sadar atau tidak sadar. Ketika itu terjadi secara sadar, biasanya karena seseorang ingin menunjukkan empati atau simpati kepada orang lain. Misalnya, jika seseorang melihat temannya menangis, mereka mungkin meniru ekspresi wajah mereka untuk menunjukkan bahwa mereka memahami dan merasakan kesedihan mereka.

Namun, mimikri wajah juga bisa terjadi secara tidak sadar. Hal ini disebabkan adanya mekanisme saraf yang membuat otak kita cenderung meniru ekspresi wajah orang lain. Mekanisme ini dianggap membantu kita untuk memahami emosi orang lain dan membangun hubungan sosial.

“Respon tiruan wajah bersifat halus dan sulit diamati secara visual, tetapi dapat diindeks dengan sensitif melalui aktivitas yang direkam secara elektromiografis (EMG) pada otot-otot wajah, atau dengan memberi skor pada gerakan wajah dari rekaman video menggunakan Facial Action Coding System (FACS) (Ekman & Rosenberg, 2005 dalam (Holland et al., 2021)

Facial mimikri memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Pertama, dapat membantu kita untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain. Ketika kita meniru ekspresi wajah orang lain, mereka cenderung merasa lebih dekat dan terhubung dengan kita.

Kedua, mimikri wajah dapat membantu kita memahami emosi orang lain. Ketika kita melihat seseorang tersenyum, kita cenderung merasa bahagia juga. Ini karena kita secara tidak sadar meniru ekspresi wajahnya.

Ketiga, mimikri wajah dapat membantu kita untuk belajar. Ketika kita melihat seseorang tersenyum, kita cenderung tersenyum juga. Ini dapat membantu kita belajar cara tersenyum.

Berikut adalah beberapa contoh facial mimikri:

  • Jika Anda melihat seseorang tersenyum, Anda mungkin akan tersenyum juga.
  • Jika Anda melihat seseorang menangis, Anda mungkin akan merasa sedih juga.
  • Jika Anda melihat seseorang marah, Anda mungkin akan merasa kesal juga.

Mimikri wajah adalah fenomena yang kompleks dan masih banyak hal yang belum kita ketahui. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa mimikri wajah memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan emosional masyarakat.(Holland et al., 2021)

Referensi:

Holland, A. C., O’Connell, G., & Dziobek, I. (2021). Facial mimicry, empathy, and emotion recognition: a meta-analysis of correlations. Cognition and Emotion, 35(1), 150–168. https://doi.org/10.1080/02699931.2020.1815655

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *