Value Posts Are Killing Your Business: Konten yang bagus bisa membunuh Bisnis?

Kalimat “Value post are killing your sales” dapat diartikan sebagai “Postingan yang bernilai membunuh penjualan Anda”. Kalimat ini biasanya digunakan untuk menggambarkan situasi di mana sebuah bisnis atau perusahaan memiliki konten yang sangat informatif dan bermanfaat, tetapi konten tersebut tidak mendorong penjualan.

Dalam konteks pemasaran digital, postingan yang bernilai adalah postingan yang memberikan informasi atau solusi yang bermanfaat bagi audiens. Postingan ini biasanya dikemas dengan baik, ditulis dengan gaya yang menarik, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Postingan yang bernilai dapat meningkatkan kesadaran merek, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang baik dengan audiens.

Namun, jika postingan yang bernilai tidak dirancang untuk mendorong penjualan, maka postingan tersebut dapat justru merugikan bisnis. Hal ini karena postingan tersebut dapat membuat audiens merasa puas dan tidak memiliki kebutuhan untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan bisnis tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana postingan yang bernilai dapat membunuh penjualan:

  • Sebuah bisnis yang menjual produk kecantikan memiliki blog yang membahas berbagai tips kecantikan. Blog tersebut sangat informatif dan bermanfaat, tetapi tidak ada konten yang mempromosikan produk-produk kecantikan yang dijual oleh bisnis tersebut. Hal ini dapat membuat audiens merasa puas dengan informasi yang mereka dapatkan dari blog tersebut, dan mereka tidak merasa perlu untuk membeli produk-produk kecantikan tersebut.
  • Sebuah bisnis yang menjual jasa desain grafis memiliki akun media sosial yang membagikan berbagai karya desain grafis. Akun media sosial tersebut sangat populer dan memiliki banyak pengikut. Namun, akun tersebut tidak ada konten yang mempromosikan jasa desain grafis yang ditawarkan oleh bisnis tersebut. Hal ini dapat membuat audiens merasa puas dengan karya desain grafis yang mereka lihat di akun media sosial tersebut, dan mereka tidak merasa perlu untuk menggunakan jasa desain grafis tersebut.
  • Sebuah Bisnis Training menjual jasa training. Karena begitu semangatnya berbagi, semua ilmu yang diajarkan di dalam training disampaikan semua di media sosial tanpa dirancang untuk mengarahkan pada penjualan sehingga orang tidak perlu lagi hadir dalam training nya.
  • Seorang terapis mengajarkan semua teknik terapi di media sosial tanpa dirancang secara funneling untuk mengarahkan pemirsa ke pembelian produk, maka orang tidak lagi perlu datang untuk terapi karena sudah bisa melakukan terapi sendiri dari hasil belajar di media sosial.

Untuk menghindari hal tersebut, bisnis atau perusahaan perlu memastikan bahwa konten yang mereka buat tidak hanya bernilai, tetapi juga mendorong penjualan. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat konten yang bernilai dan mendorong penjualan:

  • Pahami kebutuhan audiens Anda. Apa yang mereka cari? Apa yang mereka butuhkan? Buatlah konten yang menjawab pertanyaan dan memenuhi kebutuhan mereka.
  • Gunakan bahasa yang persuasif. Ajaklah audiens untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk atau layanan Anda.
  • Tawarkan nilai tambah. Berikan sesuatu yang lebih kepada audiens, seperti diskon, hadiah, atau konten eksklusif.
  • Jangan lupa yang terakhir ini, gunakan teknik Funneling atau teknik Value Ladder, yaitu value yang bertahap. Apa itu teknik Value Ladder? Akan dibahas di tulisan berikutnya

Dengan membuat konten yang bernilai dan mendorong penjualan, bisnis atau perusahaan dapat meningkatkan hasil pemasaran digital mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *