RENUNGAN: KABUR AJA DULU – MASALAH ATAU PELUANG
Kabur aja dulu menjadi sorotan publik belakangan ini. Awalnya hanya candaan kini menjadi isu nasional dan dipandang tidak nasionalis. Apa sebenarnya yang sedang terjadi. Fenomena ini muncul sebagai respons atas ketidakpastian ekonomi, tekanan sosial, serta minimnya peluang bagi generasi muda di dalam negeri. Beberapa pejabat pemerintah bahkan mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, memperkuat persepsi bahwa pemerintah kurang responsif terhadap keresahan masyarakat.
Menteri A, misalnya, menyebut bahwa generasi muda harus lebih tahan banting dan tidak mudah menyerah. Sementara itu, Menteri B menilai bahwa mereka yang ingin pergi ke luar negeri bukanlah patriot sejati. Pernyataan-pernyataan ini justru memperparah kekhawatiran bahwa Indonesia mengalami brain drain, di mana talenta terbaik lebih memilih untuk berkembang di negara lain ketimbang membangun bangsa sendiri.
Namun, apakah fenomena “kabur aja dulu” benar-benar sebuah ancaman? Mari kita perhatikan lebih mendalam.
Masalah Dalam Negeri
Kita perlu mengakui bahwa fenomena “kabur aja dulu” bukan muncul begitu saja. Ada berbagai faktor dalam negeri yang mendorong generasi muda memilih untuk mencari peluang di luar negeri. Bukan sekadar keinginan untuk merantau atau mencari pengalaman baru, tetapi banyak yang merasa bahwa bertahan di Indonesia justru mempersempit kesempatan mereka untuk berkembang.
Salah satu penyebab utamanya adalah terbatasnya peluang kerja. Setiap tahunnya, ribuan lulusan baru memasuki dunia kerja, tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia masih jauh dari cukup. Persaingan ketat membuat banyak anak muda harus menerima pekerjaan dengan gaji yang tidak sebanding dengan biaya hidup mereka. Tidak heran jika mereka tergoda dengan tawaran kerja di luar negeri yang tidak hanya menjanjikan gaji lebih besar, tetapi juga kesejahteraan yang lebih baik.
Bagi mereka yang ingin membangun usaha sendiri, tantangannya pun tidak kalah berat. Iklim usaha di dalam negeri masih jauh dari ideal. Banyak calon pengusaha muda yang penuh semangat dan ide kreatif, tetapi justru terhambat oleh regulasi yang berbelit-belit dan sulitnya mendapatkan modal. Bukannya mendapatkan dukungan, mereka justru harus menghadapi berbagai kendala birokrasi yang menguras energi dan waktu. Tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya memilih untuk mengembangkan bisnis di negara lain yang lebih ramah terhadap inovasi dan startup.
Di sisi lain, ketidakpastian politik dan sosial juga menjadi faktor yang membuat banyak orang berpikir ulang untuk menetap di Indonesia. Kebijakan yang sering berubah-ubah tanpa kepastian jangka panjang membuat masyarakat, terutama generasi muda, merasa tidak memiliki pegangan yang kuat untuk merencanakan masa depan. Ditambah lagi dengan transparansi yang minim dan birokrasi yang lambat, kepercayaan mereka terhadap pemerintah pun semakin terkikis. Banyak yang merasa bahwa jika ingin memiliki masa depan yang lebih baik, mencari peluang di luar negeri adalah pilihan yang lebih realistis.
Alih-alih menyalahkan mereka yang memilih pergi, kita seharusnya melihat kenyataan ini sebagai sinyal penting bahwa ada banyak hal yang perlu dibenahi. Jika lingkungan di dalam negeri lebih mendukung, tentu tidak banyak yang merasa perlu “kabur” untuk mengejar impian mereka.
Peluang Strategis Pemanfaatan Diaspora
Apakah fenomena “kabur aja dulu” benar-benar sebuah ancaman bagi Indonesia? Jika kita melihat pengalaman negara lain, justru sebaliknya. Banyak bangsa yang berhasil memanfaatkan diaspora mereka sebagai kekuatan strategis untuk memperluas pengaruh di kancah global. India, China, dan Inggris adalah contoh nyata bagaimana warganya yang tersebar di berbagai negara justru menjadi aset berharga bagi negara asal.
Ketiga negara ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkan diaspora mereka, tetapi semuanya berhasil memperkuat posisi negara asal di kancah internasional:
- India: Pengaruh Politik dan Teknologi. Secara aktif India membangun jaringan diaspora di berbagai sektor strategis. Di Amerika Serikat, komunitas India menduduki banyak posisi penting, termasuk CEO perusahaan teknologi raksasa seperti Sundar Pichai Sunda Rarajan di Google (Wikimedia., 2024), Satya Nadella di Microsoft (Wikipedia, 2025). Di bidang politik, diaspora India juga memiliki pengaruh besar, Rishi Sunak Perdana Menteri Inggris 2022-2024 (Wikimedia., 2024).
- China: Investasi dan Koneksi Ekonomi. China sukses menghubungkan diaspora mereka dengan ekonomi domestik. Banyak pengusaha China yang sukses di luar negeri kemudian berinvestasi di negara asalnya, mendirikan pabrik, perusahaan teknologi, dan menghubungkan pasar global dengan industri dalam negeri. Kebijakan “Thousand Talents Plan” juga dibuat untuk menarik kembali talenta diaspora agar berkontribusi dalam riset dan inovasi teknologi.
Eric Yuan pendiri dan CEO Zoom Video Communication di Amerika Serikat adalah pria kelahiran dan berkebangsaan asli China (Wikimedia., 2024). Jerry Yang salah satu pendiri Yahoo, Perusahaan IT yang bermarkas di Amerika Serikat adalah pria kelahiran Taiwan berkebangsaan China (Wikimedia, 2024). Dalam bidang Investasi, China sangat kuat di asia tenggara, sangat banyak mega proyek – mega proyek di Indonesia, Singapore, dan Malaysia yang memanfaatkan diaspora China untuk menjadi mitra bisnis Investasi besar China di negara tersebut.
3. Inggris: Soft Power dan Jaringan Global. Inggris memanfaatkan diaspora mereka untuk memperkuat soft power di dunia. Banyak mantan jajahan Inggris tetap memiliki hubungan erat dengan negara tersebut, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun budaya. Universitas-universitas seperti Oxford dan Cambridge menjadi magnet bagi talenta global, yang kemudian tetap terkoneksi dengan Inggris dalam bisnis dan diplomasi. Selain itu, jaringan Commonwealth juga mempermudah kerja sama dengan berbagai negara di dunia.
Langkah Strategis untuk Pemerintah
Agar fenomena kabur aja dulu tidak hanya dipandang sebagai kehilangan, tetapi justru menjadi peluang strategis bagi Indonesia, pemerintah perlu mengambil langkah konkret.
Jangka Pendek
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjalin komunikasi yang lebih erat dengan diaspora Indonesia. Banyak komunitas dan organisasi internasional yang menaungi warga negara Indonesia di luar negeri, dan ini bisa menjadi jembatan bagi pemerintah untuk tetap terhubung dengan mereka. Bukan hanya sebagai bentuk perhatian, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem yang memungkinkan mereka tetap berkontribusi untuk tanah air, meskipun dari kejauhan.
Selain itu, pemerintah bisa memberikan berbagai insentif agar para talenta Indonesia yang sukses di luar negeri merasa terdorong untuk berbagi ilmu, pengalaman, atau bahkan berinvestasi di dalam negeri. Misalnya, dengan memberikan kemudahan dalam investasi, membangun skema riset bersama, atau menciptakan program mentoring bagi anak muda di Indonesia.
Tak kalah penting, kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan global juga harus diperkuat. Jika kampus-kampus Indonesia memiliki koneksi yang baik dengan dunia industri internasional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses ke peluang kerja global, tetapi juga membawa kembali wawasan dan keterampilan baru yang bisa bermanfaat bagi perkembangan industri di dalam negeri.
Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, Indonesia perlu menciptakan lingkungan yang begitu kondusif sehingga generasi mudanya tidak lagi merasa harus “kabur” ke luar negeri demi berkembang. Ini berarti membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan yang benar-benar mendukung. Jika Indonesia bisa menawarkan kesempatan yang sama menariknya dengan negara lain—baik dari segi fasilitas, dukungan, maupun akses terhadap pendanaan—maka talenta terbaik akan berpikir dua kali sebelum memilih pergi.
Namun, bukan berarti mereka yang sudah merantau harus dianggap “hilang.” Justru, Indonesia bisa meniru strategi India dengan menciptakan program Indonesian Talent Export. Konsepnya sederhana: talenta yang bekerja dan sukses di luar negeri tetap dipandang sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Mereka bisa menjadi duta ekonomi, membuka jalan bagi investasi, dan membawa pulang ilmu serta pengalaman yang berharga.
Lebih dari itu, pemerintah juga perlu menginisiasi sebuah jaringan global yang memperkuat hubungan diaspora dengan tanah air. Global Indonesian Network bisa menjadi wadah bagi para profesional Indonesia di luar negeri untuk tetap terkoneksi dengan berbagai kepentingan nasional—baik di bidang politik, ekonomi, maupun budaya. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya mengekspor tenaga kerja, tetapi juga membangun kekuatan global melalui orang-orangnya yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Renungan
Sayangnya, di Indonesia, keberangkatan anak muda ke luar negeri masih sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetiaan atau kurangnya rasa nasionalisme. Padahal, jika dikelola dengan baik, diaspora bisa menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia. Kita bisa belajar dari negara-negara yang telah sukses memanfaatkan keberadaan warganya di luar negeri untuk kepentingan ekonomi, politik, dan budaya.
Dalam politik global, misalnya, diaspora bisa menjadi kekuatan lobi yang luar biasa. Lihat saja India—di Amerika Serikat, komunitas India memiliki pengaruh besar dalam berbagai kebijakan yang menguntungkan negara asal mereka. Mereka bukan hanya bekerja di perusahaan besar, tetapi juga menduduki posisi penting di pemerintahan dan parlemen. Indonesia seharusnya bisa melakukan hal yang sama, membangun jaringan diaspora yang aktif dalam diplomasi internasional dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di forum global.
Dari sisi ekonomi, diaspora juga bisa menjadi penghubung investasi dan inovasi. China telah membuktikan hal ini dengan membangun hubungan erat antara warganya di luar negeri dengan ekonomi domestik. Banyak pengusaha China yang sukses di luar negeri kemudian kembali berinvestasi di negara asalnya, membawa serta teknologi dan jaringan bisnis yang luas. Indonesia juga bisa menciptakan ekosistem yang menarik bagi diaspora untuk menanamkan modal atau berbagi ilmu dalam pengembangan teknologi dan industri dalam negeri.
Di bidang budaya, keberadaan diaspora bisa menjadi alat soft power yang luar biasa. Korea Selatan telah sukses dengan strategi ini. K-Pop, drama Korea, dan kuliner mereka menyebar ke seluruh dunia, bukan hanya karena dukungan pemerintah, tetapi juga karena diaspora mereka aktif mempromosikan budaya asalnya. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa—dari seni, kuliner, hingga tradisi. Jika komunitas diaspora diberdayakan dengan baik, mereka bisa menjadi duta budaya yang memperkenalkan Indonesia ke kancah global.
Kita bisa belajar dari China yang pernah menerapkan kebijakan “Thousand Talents Plan” yang dirancang untuk menarik kembali talenta diaspora seperti mereka agar berkontribusi dalam riset dan inovasi teknologi di China.
Indonesia juga tengah menikmati pemberdayaan diaspora Indonesia yang di Belanda untuk lompatan prestasi Sepak Bola Indonesia dengan kebijakan naturalisasi. Pemanfaatan diaspora tidak selalu berbentuk naturalisasi tetapi juga bisa dalam bentuk kerjasama ekonomi dan politik global seperti investasi, teknologi, dan loby politik dan pertahanan global. Ini akan sangat menguntungkan posisi tawar Bangsa dan negara tercinta ini di tingkat internasional.
Jadi, alih-alih melihat fenomena “kabur aja dulu” sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan, sudah saatnya kita mengubah perspektif. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, diaspora bukanlah kehilangan bagi Indonesia, tetapi justru bisa menjadi kekuatan yang memperluas pengaruh bangsa ini di berbagai bidang.
Referensi
Wikipedia contributors. (2025, March 10). Satya Nadella. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Satya_Nadella
Wikipedia contributors. (2024, December 7). Rishi sunak. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Rishi_Sunak#:~:text=Raja%20Charles%20III%20kemudian%20mengangkat,yang%20menduduki%20posisi%20Perdana%20Menteri.
Wikipedia contributors. (2024b, August 2). Eric Yuan. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Eric_Yuan
Wikipedia contributors. (2024c, August 3). Jerry Yang. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Jerry_Yang#:~:text=Jerry%20Yang%20Chih%2DYuan%20(lahir,Ketua%20Yahoo!%20dan%20dewan%20direksi
CREATIVE TRAUMA CLEANSING
SAATNYA HIDUP LEBIH MERDEKA PRODUKTIF DAN BAHAGIA
Dengan teknik revolusioner CTC yang telah digunakan di 4 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei), Dengan manfaat : Mudah dipelajari oleh siapapun untuk terapi mandiri
Tools ampuh bagi psikolog dan terapis dalam mendampingi klien
Instan: Hanya dalam hitungan menit bisa dilihat hasilnya
Fasilitator: Jumala Multazam
– Telah berbicara di depan lebih dari 50.000 orang dalam dan luar negeri
– Founder CTC Emotion Therapy (Dipakai di 4 negara)
– International Certified Trainer by NFNLP USA
– National certified Master Trainer NeoNLP Indonesia
– Penulis buku Impossible Is nothing, Speed Writing, Motivational Speking
Hadirlah di Webinar GRATIS! Jumat, 11 April 2025
19.30 WIB – Selesai
Via Zoom Meeting
Daftar sekarang di sini :
Bagikan ke Whatsapp :
CREATIVE TRAUMA CLEANSING
SAATNYA HIDUP LEBIH MERDEKA PRODUKTIF DAN BAHAGIA
Dengan teknik revolusioner CTC yang telah digunakan di 4 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei), Dengan manfaat : Mudah dipelajari oleh siapapun untuk terapi mandiri
Tools ampuh bagi psikolog dan terapis dalam mendampingi klien
Instan: Hanya dalam hitungan menit bisa dilihat hasilnya
Fasilitator: Jumala Multazam
– Telah berbicara di depan lebih dari 50.000 orang dalam dan luar negeri
– Founder CTC Emotion Therapy (Dipakai di 4 negara)
– International Certified Trainer by NFNLP USA
– National certified Master Trainer NeoNLP Indonesia
– Penulis buku Impossible Is nothing, Speed Writing, Motivational Speking
Hadirlah di Webinar GRATIS! Jumat, 11 April 2025
19.30 WIB – Selesai
Via Zoom Meeting
Daftar sekarang di sini :
Bagikan ke Whatsapp :
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pengenalan Sistem Reproduksi Primer dan Sekunder Menuju Generasi Sehat di SMP Muhammadiyah Cilegon Tahun 2024 *dr.Nur Avenzoar, MKM,Sri Susanti,MM.M..Kes
Masa remaja adalah periode transisi penting dalam kehidupan seseorang, ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan emosional. Pada fase ini, banyak remaja terdorong untuk mencoba hal-hal baru, termasuk yang berkaitan dengan rangsangan seksual. Memahami perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja sangat penting agar mereka tidak terjerumus dalam hubungan seks pranikah yang dapat membawa dampak negatif bagi masa depan mereka.
Perubahan fisik pada remaja meliputi perkembangan organ-organ reproduksi menuju kematangan. Tanda-tanda perubahan ini dibagi menjadi dua kategori: tanda seks primer dan tanda seks sekunder. Tanda seks primer berkaitan langsung dengan organ seks, seperti menstruasi pada remaja putri dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Sementara tanda seks sekunder melibatkan perubahan lain seperti pertumbuhan suara, jakun, dan rambut di area tertentu pada remaja laki-laki, serta pembesaran payudara dan pinggul pada remaja putri.
Perubahan fisik ini tidak hanya berdampak pada aspek tubuh, tetapi juga mempengaruhi aspek kejiwaan dan emosional remaja. Selama masa peralihan ini, remaja sering mengalami peningkatan rasa ingin tahu dan imajinasi abstrak. Jika tidak diarahkan dengan baik, rasa ingin tahu ini bisa menyebabkan eksplorasi yang tidak sehat terkait dengan seksualitas. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan berbagai pihak dalam memberikan informasi yang akurat dan dukungan emosional kepada remaja, serta menghindari sikap tabu dalam membahas kesehatan reproduksi.
Salah satu masalah utama yang dihadapi remaja adalah kurangnya pemahaman tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi. Hal ini sering disebabkan oleh minim akses informasi dari oarng dewasa disekitarnya dan kurangnya kurikulum yang mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi di sekolah. Survey awal yang dilakukan di menunjukkan bahwa sekitar 40% peserta didik masih kurang pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi primer dan sekunder kususnya terkait dengan organ reproduksi interna dan eksterna baik laki-laki maupun peempuan .
Pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja muda (younger adolescents), yaitu kelompok usia 10 hingga 14 tahun sangat penting diberikan. Usia ini merupakan masa emas untuk terbentuknya landasan yang kuat tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat mempersiapkan mereka untuk mengambil keputusan seksual yang lebih aman dan bijaksana dalam hidupnya.. Remaja yang berada di tingkat awal sekolah menengah mempunyai risiko melakukan hubungan seksual di luar nikah baik disengaja maupun tidak.
Pendidikan kesehatan yang diberikan akan peningkatan pemahaman / pengetahuan remaja sebagai bekal untuk mendapatkan hak reproduksi sehat sangat memiliki nilai positif dalam peningkatan pengetahuan remaja dalam hal ini siswa SMP Muhammadiyah Cilegon , hal tersebut di buktikan dengan adanya kenaikan rata – rata secara keseluruhan pengetahuan dari 62 menjadi 73. , sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman ini diharapkan akan berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan sehingga tercapainya generasi yang sehat. Pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi primer dan sekunder sangat penting untuk diberikan kepada remaja melalui pendidikan kesehatan. Dengan informasi yang memadai, remaja dapat memahami dan menghadapi perubahan yang mereka alami dengan lebih baik, sehingga dapat menghindari risiko yang mungkin timbul dari ketidaktahuan. Pendidikan kesehatan yang fektif tidak hanya memberikan pengetahuan
tetapi juga membekali remaja dengan keterampilan untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka. Hal ini tentunya menjadi tangung jawab semua fihak , baik disekolah maupun lingkungan eksternal yang mendukung termasuk , juga tanggung jawab kita sebagai orang dewasa untuk memastikan bahwa generasi muda mendapat bimbingan yang tepat dan dukungan dalam menghadapi masa peralihan ini. Dengan bersama-sama berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi mereka. (1)Upaya yang didapat dilakukan antara lain Sekolah Perlu menjalin Kerjasama dengan mitra untuk kegiatan pengabdian lanjutan mengingat masih di temukan beberapa butir soal yang belum di fahami degan maksimal oleh peserta (2) Sekolah perlu menyusun kebijakan tentang upaya pengenalan kesehatan reproduksi kepada siswa secara dini melalui media afirmasi seperti poster, cerita bergambar dll yang memuat tentang kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah (3) Sekolah perlu mengupayakan pembentukan kader kesehatan reproduksi remaja yang dapat di jadikan wadah konseling sebaya
Peran Kecerdasan Buatan dalam Penulisan Artikel Ilmiah
Review Artikel: A role for artificial intelligence chatbots in the writing of scientific articles (Vintzileos A. M., Chavez M. R., Romero R)
Abstrak
Artikel ini menyelidiki potensi penggunaan AI chatbots dalam penulisan artikel ilmiah. Artikel ini menyoroti manfaat AI chatbots dalam meningkatkan kualitas bahasa, kejelasan, dan kecepatan publikasi. Artikel ini juga membahas pentingnya pengungkapan penggunaan AI dalam proses penulisan dan memberikan panduan bagi penulis untuk menghindari plagiarisme.
Pendahuluan
Publikasi artikel ilmiah merupakan aspek penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan biomedis. Namun, penulisan ilmiah merupakan keterampilan yang sulit dikuasai dan menjadi tantangan bagi para peneliti. Bahasa Inggris merupakan bahasa dominan dalam ilmu pengetahuan biomedis dan menjadi lingua franca yang digunakan dalam kolaborasi dan konferensi internasional. Bagi non-penutur asli bahasa Inggris, penguasaan bahasa Inggris yang tidak memadai dapat menjadi hambatan untuk publikasi.
Peran AI chatbots
Artikel ini mengusulkan bahwa AI chatbots memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas naskah yang diajukan untuk dipertimbangkan oleh jurnal, dengan catatan program AI tidak mengubah makna yang dimaksudkan oleh penulis. AI chatbots dapat digunakan tidak hanya oleh penulis tetapi juga oleh peninjau dan editor untuk memberikan kejelasan umpan balik. Komunikasi yang jelas di antara penulis, editor, dan peninjau berpotensi untuk meningkatkan kecepatan publikasi dan memperkuat kolaborasi di antara semua yang terlibat dalam proses tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh bagaimana AI chatbots dapat membantu meningkatkan kualitas naskah ilmiah:
1. Meningkatkan Kualitas Bahasa
AI chatbots dapat membantu penulis untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. AI chatbots dapat membantu penulis untuk memilih kata-kata yang lebih tepat dan efektif. AI chatbots juga dapat membantu penulis untuk menyusun kalimat dan paragraf yang lebih koheren dan mudah dipahami.
Misalnya. Seorang penulis sedang menulis naskah ilmiah tentang topik baru. Penulis tersebut menggunakan AI chatbot untuk memeriksa tata bahasa dan ejaan. AI chatbot menemukan beberapa kesalahan tata bahasa dan ejaan, dan menyarankan beberapa perubahan untuk meningkatkan kejelasan kalimat. Penulis kemudian merevisi naskah tersebut berdasarkan saran dari AI chatbot.
2. Meningkatkan Kejelasan Argumen
AI chatbots dapat membantu penulis untuk mengidentifikasi dan memperbaiki argumen yang tidak jelas atau tidak logis. AI chatbots dapat membantu penulis untuk menyediakan bukti yang lebih kuat untuk mendukung argumen mereka. AI chatbots juga dapat membantu penulis untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam data atau analisis.
Misalnya. Seorang penulis sedang menulis naskah ilmiah tentang topik kontroversial. Penulis tersebut menggunakan AI chatbot untuk memeriksa argumen mereka. AI chatbot menemukan beberapa argumen yang tidak jelas atau tidak logis, dan menyarankan beberapa perubahan untuk meningkatkan kejelasan argumen. Penulis kemudian merevisi naskah tersebut berdasarkan saran dari AI chatbot.
3. Meningkatkan Kecepatan Publikasi
AI chatbots dapat membantu penulis untuk mempercepat proses penulisan dengan menyediakan saran dan ide untuk meningkatkan argumen mereka di dalam tulisan. AI chatbots dapat membantu penulis untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan lebih awal dalam proses penulisan. AI chatbots juga dapat membantu penulis untuk menemukan sumber daya yang relevan untuk mendukung argumen mereka.
Misalnya. Seorang penulis sedang menulis naskah ilmiah dengan tenggat waktu yang ketat. Penulis tersebut menggunakan AI chatbot untuk membantu mereka membuatkan narasi dengan bahasa yang lebih baik dan lebih terstruktur dari bahan hasil penelitian yang kita berikan pada AI, misalnya untuk membuat Pendahuluan, data dan hasil analisis, menyambungkan dengan penelitian sebelumnya. AI chatbot menyediakan saran dan ide perspektif yang berbeda yang tidak terbayang sebelumnya oleh penulis, dan membantu penulis untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dengan waktu yang lebih singkat.
4. Meningkatkan Kolaborasi
AI chatbots dapat membantu penulis, peninjau, dan editor untuk berkomunikasi lebih efektif dengan menyediakan platform untuk diskusi dan umpan balik. AI chatbots juga dapat membantu penulis, peninjau, dan editor untuk memahami perspektif yang berbeda dan mencapai konsensus bersama secara kolaborasi.
Misalnya. Seorang penulis sedang menulis naskah ilmiah dengan beberapa penulis lain. Penulis tersebut menggunakan AI Copilot di lingkungan dokumen microsoft word online untuk memfasilitasi diskusi dan umpan balik di antara penulis.
Pentingnya Deklarasi Penggunaan AI
Artikel ini menyoroti pentingnya pengungkapan (deklarasi) penggunaan AI dalam proses penulisan untuk memastikan transparansi dan menghindari plagiarisme. Penulis perlu memastikan bahwa pesan tidak ada plagiarisme. Artikel ini menyarankan penggunaan perangkat lunak deteksi plagiarisme dan program parafrase konten untuk meminimalkan risiko plagiarisme.
Pengungkapan penggunaan AI memungkinkan pembaca untuk memahami bagaimana AI telah digunakan dalam proses penulisan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pembaca dapat menilai kredibilitas dan keandalan informasi yang disajikan.
Pengungkapan penggunaan AI dapat membantu untuk membangun kepercayaan antara penulis dan pembaca. Ketika pembaca tahu bahwa penulis telah menggunakan AI, mereka lebih mungkin untuk mempercayai bahwa informasi yang disajikan akurat dan dapat diandalkan.
Kesimpulan
– Bahwa AI chatbots memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah dan mempercepat proses. Namun, penting bagi penulis untuk menggunakan AI chatbots secara bertanggung jawab dan etis.
– Artikel ini juga menyimpulkan bahwa untuk transparansi perlu mengungkapkan penggunaan AI dalam proses penulisan.
Implikasi
Artikel ini memiliki implikasi penting bagi peneliti, penulis, peninjau, dan editor di bidang ilmu pengetahuan biomedis. Penggunaan AI chatbots dapat meningkatkan kualitas dan kejelasan artikel ilmiah, memfasilitasi kolaborasi internasional, dan mempercepat proses publikasi. Namun, penting untuk menggunakan AI chatbots secara bertanggung jawab dan etis, dan untuk memastikan transparansi dalam proses penulisan.
Kritik
– Artikel ini tidak membahas secara rinci potensi dampak negatif AI chatbots pada penulisan ilmiah. Misalnya, ketergantungan pada AI dan kurang mengembangkan keterampilan menulis mereka sendiri. A
– Artikel ini juga tidak membahas secara rinci implikasi etis dari penggunaan AI chatbots, seperti potensi plagiarisme dan validitas informasi dan data.
Saran untuk penelitian selanjutnya
– Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi dampak AI chatbots pada penulisan ilmiah secara lebih rinci, termasuk potensi manfaat dan risikonya. – Penelitian juga perlu mengembangkan pedoman etika untuk penggunaan AI chatbots dalam penulisan ilmiah, termasuk apakah memang perlu mengungkapkan penggunaan AI dalam penulisan.
Kata kunci
AI chatbots, penulisan ilmiah, bahasa Inggris, plagiarisme, pengungkapan, transparansi, etika
Catatan
Jurnal review ini ditulis berdasarkan artikel “A role for artificial intelligence chatbots in the writing of scientific articles” yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology pada bulan Agustus 2023. Jurnal review ini hanya membahas poin-poin utama dari artikel tersebut dan tidak mencakup semua aspek yang dibahas dalam artikel tersebut.
PAVEMENT ENGINEER
BANYAK PAVEMENT ENGINEER SULIT BEKERJA SECARA KONSISTEN SESUAI DENGAN ILMU YANG TERCANTUM DALAM BUKU KARENA SIBUK SEHINGGA JARANG MEMBACA
Wardhani Sartono
Pensiunan guru bandara
JOG 14 Oktober 2024
1). Saya masih ingat ceritanya Bpk Ir. Joelianto Hendro Moeljono, mantan Pimpro Jalan Tol Jagorawi, saat mengajar 42 mahasiswa Pasca Sarjana Jalan Raya ITB-PU, 1982, semua mahasiswa gelarnya Ir TS yang sudah bekerja. Ceritanya sbb :
Ada seorang pejabat gelarnya Ir diwawancarai wartawan TVRI, berada di lokasi Pelaksanaan Overlay Jalur Pantura, Jateng, sambil membawa payung karena sedang gerimis.
2). Kebetulan saya juga melihat berita TVRI tsb, hanya ingat gelarnya Ir tetapi lupa namanya.
Beliau bertanya kepada saya sebagai murid yang duduk di kursi depan untuk menilai kejadian tsb. Saya menjawab, beliau orang hebat, karena berkenan inspeksi pekerjaan overlay di lapangan sambil membawa payung, karena sedang gerimis.
Semua pendapat mahasiswa yang lain juga sama dengan saya.
3). Bapak J. Hendro Moeljono memberi komentar berbeda dengan 42 mahasiswa sambil bercanda :
Pejabat tsb tidak sadar sedang menunjukkan kesalahannya kepada orang banyak.
4). Saya bertanya kepada beliau, alasannya apa Pak?
Beliau menjelaskan secara singkat sbb :
Pekerjaan overlay di atas perkerasan lama yang dilaksanakan saat gerimis (bukan hujan) dapat mengakibatkan :
- Mengurangi rekatan aspal tack coat antara permukaan perkerasan lama dengan hotmix overlay yang baru.
- Terjadi penurunan suhu hotmix dengan cepat pada saat penghamparan dan pemadatan, sehingga dapat mengurangi stability, density dan durability overlay.
Beliau menjawab pertanyaan saya dengan kalimat yang sederhana, sambil menunjukkan buku sampulnya sudah kelihatan usang, mungkin karena sering beliau baca.
5). Candaan dari Bapak Joelianto Hendro Moeljono, 1982 (42 th yang lalu) tsb dijadikan Peraturan atau Panutan untuk Pekerjaan Overlay Runway 25R-07L dan Parallel Taxiway NP-2, Bandar Udara Internasional Jakarta Soekarno -Hatta, 2016 – 2019, window time 6 jam (23.00 – 05.00).
- Satker : PT Angkasa Pura II Cabang Utama BUIJSH.
- Kontraktor : PT Hutama Karya (Runway) dan PT Waskita Karya (Parallel Taxiway).
- Konsultan Supervisi : PT Soilens.
Walaupun hanya candaan, tetapi dapat dijadikan Peraturan atau Panutan karena isinya berdasarkan Referensi yang baku.
Jangan melaksanakan penghamparan dan pemadatan hotmix asphalt pada saat gerimis.
6). Setelah lulus PS JR ITB-PU th 1983, saya studi lanjut ke TU Delft selama 2 th : 1988 – 1990. Saya percaya bahwa kebenaran Ilmu Teknik Sipil (pavement engineering) tidak tergantung dari suara terbanyak (42 orang mahasiswa yang gelarnya Ir TS), tetapi dapat tergantung dari 1 orang guru walaupun gelarnya sama, Bpk Ir. J. Hendro Moeljono. Bedanya pengalaman beliau jauh lebih banyak dan beliau istiqomah mengikuti aturan yang tercantum dalam referensi yang kredibel.
7). Th 2007, beliau memberi nasehat kepada saya dan mahasiswa Prodi S2 MSTT JTS FT UGM sbb :
Kalau kalian membangun jalan terjadi masalah (kerusakan dini), maka cara memperbaiki harus dikembalikan kepada teorinya, karena teori dibuat untuk diikuti, bukan untuk dilanggar.
Teori hanya dapat diperoleh di literatur atau buku yang kredibel.
8). Nasehat dari guru saya Bpk J. Hendro Moeljono tsb sulit dicontoh oleh Ir TS generasi sekarang. Apabila ada kasus kerusakan perkerasan jalan dan bandara, cara memperbaiki tidak berdasarkan referensi yang kredibel, tetapi berdasarkan aklamasi atau kesepakatan kemudian ditulis dalam Berita Acara yang ditanda tangani bersama oleh para undangan rapat yang hadir dengan gelar Ir dan gelar tambahan lainnya.
9). Metoda perbaikan kerusakan perkerasan sering tidak relevan dengan penyebab utama kerusakannya. Misalnya untuk mencegah reflective cracking hotmix overlay, sebelum pelaksanaan overlay harus dilakukan perbaikan kerusakan existing pavement, tetapi sering diabaikan. Dapat diilustrasikan seperti orang sakit kakinya yang diobati kepalanya, sehingga sakit kakinya tidak pernah sembuh.
10). Pavement Engineer (PE) merancang highway flexible pavement (FP) harusnya mengikuti referensi yang kredibel, misalnya Nick Thom (2014), Robert N. Hunter (2000). Banyak PE yang merancang highway flexible pavement menghilangkan lapisan Subbase dan Capping Layer/Improved Subgrade dengan alasan untuk penghematan.
11). PE juga sering membuat peraturan yang menyimpang, misalnya pengujian SE (Sand Equivalent) granular material yang digunakan untuk Capping Layer, Subbase dan Base Course, padahal persyaratan tsb tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknik Pembangunan Jalan (Bina Marga) dan Bandara (Perhubungan Udara).
Apabila highway FP tsb dilaksanakan kemudian terjadi kerusakan dini, maka yang disalahkan selalu Kontraktornya, sedangkan PE yang membuat peraturan, merancang dan menyetujui FP tidak pernah merasa bersalah.
Ik zal het beste doen voor mijn land NKRI.
Semoga bermanfaat.